Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Cinta (Episode 1)

Suatu hari di suatu siang, seorang pemuda kaget bercampur heran, merasakan sebuah perasaan yang tak mampu didefinisikannya, baru pertama kali dirasakannya, dan perasaan itu begitu menggebu…

Apa ini? kenapa ada perasaan seperti ini? pikir pemuda tersebut

Setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap detik perasaan itu selalu mengingatkannya pada sesosok wanita berjilbab yang manis, murah senyum, dan ceria. Seorang gadis yang belum lama dikenalnya, bahkan akrab pun tidak!

Hari berganti hari, sang pemuda yang penasaran menunggu tiap siang di depan kelasnya saat jam pulang sekolah, menanti hadirnya sang gadis yang membuat perasaannya campur aduk, karena memang jalan di depan kelasnya selalu menjadi jalur pulang gadis tersebut. Dan benar! saat gadis itu lewat, perasaan sang pemuda makin tidak menentu. Sang pemuda tak bisa melepaskan pandangan ke arah gadis tersebut, sedetik pun! wajahnya yang manis, senyumnya yang menghadirkan ketentraman, serta penampilannya yang sederhana, telah mengalahkan hati sang pemuda yang selama ini keras seperti batu.

Pekan berganti pekan. Kesibukan sang pemuda dengan sang gadis yang sama-sama aktivis di sekolah, mau tidak mau membuat mereka saling kenal. Setiap bertemu, setiap berbicara dengannya, setiap berinteraksi, sang pemuda selalu berpikir, “apa yang dia rasakan tentang saya?”. Perasaan itu terus menghantui sang pemuda, hingga suatu hari, ia menemukan nama dari perasaan yang ia rasakan selama ini…

namanya adalah “Cinta”

Selama ini sang pemuda tidak pernah mengenal kata “Cinta” terhadap lawan jenis. Hatinya tidak pernah luluh, bahkan pernah berpikir untuk tidak menikah. Namun sang gadis menghancurkan segalanya, merubah pandangannya, membuatnya menjadi orang yang berbeda…

Bulan berganti bulan, perasaan sang pemuda terhadap sang gadis tercium oleh rekan-rekan pengajiannya. Rekan-rekannya berusaha mendekat kepada sang pemuda, mengingatkan agar mengelola perasaannya itu dengan benar sesuai ajaran Islam, namun sang pemuda selalu menyanggah, melakukan pembenaran-pembenaran, bahkan menyatakan akan “menembak” sang gadis. Masya Allah…. Cinta, berawal dari membuat sang pemuda bingung, kini cinta itu telah membutakan matanya, menggoyahkan keimanan yang selama ini telah lama dipupuk.

Sang pemuda mulai jauh dari lingkungan pengajiannya. Ia merasa tertekan dan tidak nyaman lagi dengan rekan-rekannya yang selalu mengingatkannya tentang perasaannya. Sang pemuda merasa rekan-rekannya sok tahu, tidak bisa mengerti perasaannya, dan terlalu berlebihan. Sampai akhirnya, suatu hari… sang pemuda benar-benar lepas dari pengajiannya, tidak pernah datang lagi.

Bulan berganti bulan, sang pemuda terus berupaya “menembak” sang gadis. Dicarinya segala info tentang sang gadis. Diperbanyak juga interaksi diantara mereka. Hal itu cukup mudah, karena saat itu mereka satu organisasi kesiswaan. Apalagi sang pemuda merupakan top managementnya. Sang pemuda tidak pernah patah semangat. Rekan-rekan pengajiannya dulu, tampak sudah lelah mengingatkan. Mereka hanya bisa berdo’a dan berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuk kepada sang pemuda.

Akhirnya…

Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, memang masih menyayangi sang pemuda. Dipersulitnya upaya sang pemuda untuk mendapatkan tujuannya. Semakin sang pemuda mendekat, semakin pula sang gadis menjauh. Hal itu berlangsung lama, hingga tiba-tiba, terlintas dari pikiran sang pemuda, “Jangan-jangan Allah gak Ridha dengan yang saya lakukan…”

Sang pemuda berpikir sejenak, merenung, muhasabah diri, namun tidak kunjung menemukan jawaban…

Hingga suatu hari, 14 Februari 2004, hari yang dikenal sebagai hari Valentine se-dunia.

Hari itu, Ekskul seni mengadakan lomba puisi bertema cinta. Sang pemuda pun tak mau kalah. Sang pemuda membuat puisi sebaik mungkin, dengan mengeluarkan segenap perasaannya. Begitu selesai lomba puisi, sang pemuda mendengar bahwa Rohis sekolah mengadakan pengajian bertema cinta juga.

Entah apa yang membuatnya tergerak, sang pemuda yang sudah tahu pasti bahwa yang disampaikan di sana pasti sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya. Namun seakan kakinya tak bisa dibendung untuk melangkah menuju Masjid, hingga sang pemuda pun mengikuti pengajian yang diadakan…

Luar Biasa!

Pengajian itu begitu merasuk dalam hati sang pemuda. Sang pemuda menemukan makna cinta yang sesungguhnya, dan bagaimana sebenarnya Islam memandang cinta. Sang pemuda pun sadar, bahwa selama ini ia salah dalam memandang perasaannya dan memandang Islam itu sendiri.

Luar Biasa!

Allah SWT memberikan kelapangan hati pada sang pemuda untuk menerima sebanyak-banyaknya kebenaran yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

Luar Biasa!

14 Februari 2004, hari Valentine, menjadi hari dimana sang pemuda mengikrarkan taubatnya!

Subhanallah…

5 tahun berlalu. Kini, sang pemuda menjadi da’i yang aktif menyebarkan dakwah Islam. Walau penuh keterbatasan ilmu, namun sang pemuda tersebut tidak pernah berhenti belajar dan selalu semangat untuk menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Allah SWT.

Subhanallah…

Kini sang pemuda telah banyak menginspirasi orang lain tentang makna cinta. Berbekal pengalaman masa lalunya yang kelam, sang pemuda berjuang agar tidak ada yang mengalami hal serupa dengannya.

Dan kini… sang pemuda tengah berupaya… menjemput cinta sejatinya di dunia… sebuah cinta dari ikatan suci yang halal dan berkah, serta dicintai oleh Allah SWT…

(true story from my friend)

Advertisements

Read Full Post »

dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu? “

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. .. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

OrangYang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

” Lalu siapa lagi?”

“Orangyang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“apa tanda kesabarannya?”

” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”

“Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“apa tanda kesyukurannya ?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. “

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”

“Ali bin Abi Thalib?”

” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“aku merasa panas dingin dan gemetar. “

” Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”

” Jika ia berhaji?”

” Aku seperti orang gila. “

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

” Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“mengapa bisa begitu? “

“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

” apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“taubat orang yang bertaubat.”

” apa yang dapat membakar hatimu?”

” istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“sedekah yang diam – diam. “

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu? “

“Shalat berjamaah .”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

” bagaimana cara makanmu?”

“dengan tangan kiri dan jariku.”

“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk..”

“Siapa tamumu? “

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

” Siapa kekasihmu? “

” Orangyang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? “

“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:” tidak , tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh,
kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. ..

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku. ..

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hnaya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai…

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“apa saja?”

“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara¬† – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: ” wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Read Full Post »

Menjaga Lisan

Sungguh kita wajib berlindung kepada Allah dari bahaya lidah kita,karena tanpa pertolongan-Nya mustahil kita bisa mengendalikan lidah kita dalam berbicara terutama kita kaum wanita.Berbicara memang enak,semakin manis apalagi membahas masalah yang tidak ada habisnya dari awal hingga akhir.Tanpa disadari lidah telah mendorong kita dalam kemaksiatan yang dimurkai-Nya.

Berapa banyak kita temukan seorang yang bertengkar hebat karena dari bahaya lidah,terputusnya sillahturahim,perceraian antara suami & istri, salah faham,bermusuhan,tidak saling menegur, saling membenci, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kita tampilkan disini.

Maksiat lisan (lidah)ini adalah makanan (kebiasaan) manusia, karena demikian mudah dan cepatnya ia terlontarkan dari mulut seseorang. Coba ukhti simak dalam hadits Shahih berikut ini:

“Orang-orang yang dijerumuskan kedalam neraka, hanyalah karena akibat perbuatan lidah mereka”

(HR.Tirmidzi No.2619 dalam kitab Al-Iman, Musnad Imam Ahmad 7/231, dan Tirmidzi berkata hadits ini hasan Shahih)

Dan hadits lain yang berbunyi:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata benar atau diam”

(HR.Bukhari 10/373 kitab Al-Adab,Muslim hadits No.47, Musnad Imam Ahmad 4/31)

Bila kita perhatikan 2 hadits diatas maka akan kita dapati betapa besarnya bahaya lidah ini yang dapat mengakibatkan seorang hamba tercebur kedalam neraka karena itulah Rasulullah mendidik kita agar dalam segala hal kita berkata yang haq (benar) bila tidak bisa maka kita dianjurkan untuk diam. Agar selamat dunia dan akhirat kita.

Mengapa demikian ukhti? karena lidah adalah ibarat altar sebuah lapangan dalam kebaikan dan keburukan. Orang yang melepaskannya dan tidak menjaganya dengan kendali ajaran syariat, akan digiring oleh setan menuju jalan-jalan kebinasaan dan hasilnya adalah keneraka. Kesempurnaan lidah adalah menahan diri dari ucapan-ucapan sampah, hanya berbicara untuk kebaikan karena lisan tidak dapat dipercaya sepenuhnya dan bahaya yang ditimbulkan amat besar , maka kebanyakan orang dizaman kita sekarang ini telah terkena musibah lisan.

Ya,…musibah lisan..

Yang sudah terlanjur menjadi bumbu dan santapan dalam majelis-majelis mereka, seperti gosip, dusta, ghibah, debat kusir,adu argumnetasi, memperbincangkan kebatilan,bertengkar mengobral ucapan-ucapan sampah, menambal sulam berita (agar lebih nikmat didengar), membangga-banggakan diri untuk berhibur atau menyindir orang lain, menyebarkan ucapan orang banyak (ibarat iklan sabun), mencaci orang yang dibenci dan menganggap suci orang yang disukai, membongkar rahasia dan sejenisnya.Kuatnya dorongan bicara ditambah dengan lidah yang memang tidak bertulang, maka kesabaran kita menjadi lemah,Oleh sebab itu harus selalu kita ingat sabda Nabi kita Shalallahu alihi wassalam:

“Peliharalah lisanmu ini”

(HR.Tirmidzi no.2169 , hasan Shahih )

Ukhti muslimah,…kita sering mendapatkan orang yang demikian wara’nya (hati-hati) dalam menjaga dirinya dari barang haram,seorang wanita muslimah yang telah terhijabi tubuhnya dengan jilbab akan tetapi ia tidak bisa menahan diri dari lisannya, sembarangan berbicara termasuk yang tergolong dalam dosa-dosa besar, seperti ghibah, mengadu domba (namimah), menyebar gosip, ngerumpi dan lain-lain.

Demikian pula juga halnya bila membicarakan penafsiran Al-Qur’an atau menyebutkan hadits Rasulullah, demikian mudahnya lisan berbicara tanpa ilmu, padahal Allah telah memperingati kita dalam firman-Nya:

“Dan, janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan(ilmu) tentangnya.Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’ ayat 36)

Jadi, dari pembahasan diatas kita menyadari betapa wajibnya kita menjaga lisan ini agar selalu berada dalam keridha’an-Nya. Ukhti Muslimah…apalagi yang kita tunggu? secepatnya kita bangkit dan membenahi diri kita untuk menata lidah kita ini sehingga kita menjadi hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat. Amin…shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita yang demikian sayangnya kepada ummatnya ini agar tidak terjerumus dari hal-hal yang dimurkai-Nya.Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi lisan kita karena semuanya tak lepas dari taufik dan bimbingan-Nya. Wallahu’alam bisshawab.

Bahan Maraji’:

Hiburan Bagi Orang Yang Tertimpa Musibah, Muhammad Al-Hambali, 272-275, Darul Haq, Juni 2001M

Read Full Post »

kalau rasul sedikit-sedikit istighfar
kalau kita sedikit istighfar

kalau rasul sedikit makan
kalau kita sedikit-sedikit makan

kalau rasul sedikit tidur
kalau kita sedikit-sedikit tidur

kalau rasul…..
kalau kita…..

ternyata cuma beda sedikit ya….

Read Full Post »

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila

kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang.

Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya

bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila

kalah. (Eric Berne)

Read Full Post »

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11

malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah,

hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan,

warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah,

badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi

goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan,

pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian,

ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala.

Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,”

begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian

yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan

tendanya,

saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.

Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak

sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah

pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar.

Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu. Segera

saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula

canggung

mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih,

orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh kearah

saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil

menghisap rokok dalam-dalam.

“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah,

rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja,

tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya

akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…

“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu

katanya. “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan

begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah,

walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan,

“Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih

hujan…”

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”.

Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya.

Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,

tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya

terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan

saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi

banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa

materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga

berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma

harus

bersabar. Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun

rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah

berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa

menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian

orang yang

mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu

pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak

saya. “Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat”

Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam

perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare…..

Gusti Allah Ora Sare…..

Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.

Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan

cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat

hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi

semakin banyak belajar.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan

sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia,

harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya

ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap

doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai

hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang

terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan

hal-hal besar n istimewa. Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun,

Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku

masalah agar aku mampu memecahkannya. Aku berdoa agar diberikan

kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat

belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku

marabahaya agar aku mampu menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan cinta

dan kasih

sayang…Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku

dapat berbagi dengannya. Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun,

Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Disadur dari sebuah milis

Read Full Post »


Allah SWT berfirman, Di antara orang-orang mukmin ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka
di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada [pula]
yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun tidak merobah
[janjinya]. Maha Benar Allah dalam segala firman-Nya.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, Bila engkau ingin mengetahui kesalihan seseorang, maka lihatlah iring-iringan pengantar jenazahnya.

Pagi hari tadi [Jum'at, 10 Ramadhan], saya berkesempatan mengikuti upacara penyolatan Mursyid Am, Ustad Musthafa Masyhur, bersama sekitar 40 ribu jamaah. Kebetulan saya baru tahu subuhnya. Sungguh
sebuah pemandangan yang baru sekali saya lihat selama bertahun-tahun di Kairo.

Shalat jenazah dilaksanakan sehabis shalat Jum'at di mesjid Rabiah el- Adawiyah yang berada di kawasan terramai di kota Nasr City. 6 kilometer dari kediaman saya. Sesuai dugaan, mesjid Rabiah, yang biasa digunakan untuk prosesi jenazah orang-orang besar itu,
sudah penuh sejak pagi. Saya yang berangkat pukul 9.30 hanya kebagian shalat di taman. Bisa dibayangkan, akan shalat di mana orang-orang yang datang pas azan.

Saat saya datang, walaupun lingkungan mesjid berjubel manusia, tapi suasana sangat sejuk, khusyu, tak ada suara gaduh dan teriak-teriak. Semua orang tenggelam dalam renungan dan doa. Orang yang perlu bicara dengan temannya hanya pakai bahasa isyarat, dan suara pelan.

Selagi sebagian orang sibuk mencari tempat dengan alas seadanya, yang
lain terpekur menekuni Alquran, mendoakan sang pemimpin. Berjam-jam
mereka menunggu hingga akhirnya kumandang azan terdengar. Khatib tetap mesjid Rabiah pun naik dan membacakan khutbah yang sangat
pendek. Shalat jenazah ini hanya numpang, sehingga semua operasional
shalat jumat tetap seperti biasa, tidak berubah.

Oleh karena itu wajar kalau khutbah pendek, dan tidak begitu menyinggung hajatan yang sedang berlangsung. Sepertinya sesuai pesan pihak keamanan yang terlihat sangat sibuk mengantisipasi acara. Sehingga nama Ustaz Musthafa Masyhur tak sekali pun terdengar. Yang
dipakai hanya kata ganti, seperti al-Faqidul Aziz [orang yang sangat kita rasakan kehilangan].

Demikian pula, saat akan shalat jenazah. Tidak ada sambutan apa-apa. Hanya ada pesan untuk mengikhlaskan niat, ikhlaskan doa, dsb. Shalat entah siapa yang mengimaminya, saya kurang hafal dengan suaranya.

Seusai shalat, jenazah siap dibawa keluar. Jamaah diarahkan ke ruas jalan menuju pekuburan. Saat itu pun suasana 40 ribu orang itu tetap tenang dan sejuk. Seakan sudah ada kesepakatan untuk tidak ada yel- yel apa pun. Orang muda di samping saya sempat berniat untuk bertakbir, tapi buru-buru seorang tua melarang dan sedikit memarahinya.

Jenazah keluar dengan sangat pelan. Pelataran mesjid, yang berada tepat di perempatan itu sudah jadi lautan manusia. Saat jenazah mulai terlihat, di situlah saya tidak kuasa menahan tangis. Saya teringat pengorbanan beliau mempertahankan dakwah, jasa-jasanya kepada kita
semua. Orang-orang pun menangis sambil keluar doa-doanya menyertai keberangkatan sang mujahid. Dalam suasana seperti itu, orang Mesir biasanya sudah histeris. Tapi kali ini terlihat sangat berbeda.

Jenazah berjalan dengan sangat lambat, hingga akhirnya mencapai mobil untuk memulai parade panjang ke pekuburan yang berjarak sekitar 10 kilo. Jamaah yang begitu banyak itu pun mulai merangsek maju melalui
jalan Thayran, melewati Kulliyatul Banat, Hay Sabi', Hay Zuhur, Wafa' wal Amal, Hay Asyir, dan keluar kawasan perumahan menuju pekuburan Wafa wal Amal.

Lalu lintas macet total. Mesir tidak biasa mengalami demo turun jalan sehingga arak-arakan Pengantin ini menjadi hal baru, polisi lalulintas pun belum cakap mengatur peristiwa seperti ini.

Walaupun tidak ada suara gaduh, tapi yang menarik lagi adalah banyak terdapat spanduk-spanduk ukuran besar memuat lambang Ikhwanul Muslimin. Dan rupanya pemasangan spanduk ini tidak dilarang pihak keamanan. Pada arak-arakan panjang itu, yang dominan adalah
spanduk IM dan mushaf-mushaf yang diacungkan ke arah jenazah. Orang-orang seakan merinding, gerakan terlarang ini kok sangat besar.

Kuburan yang disiapkan berada di ujung akhir pekuburan. Iringan sampai di sana berbarengan dengan kumandang shalat ashar. Upacara pemakaman berisi anjuran untuk tidak membuat yel-yel, taushiyah untuk
selalu tsabat dalam perjuangan, dan doa. Bagian inilah yang paling mengharukan. Kawasan kuburan yang berbentuk bukit-bukit kecil itu penuh dengan manusia, melihati kamar pengantin yang ada di bawah mereka. Mengucapkan selamat dan doa agar bahagia di kehidupan
baru beliau.

Malam harinya, insya Allah akan dilangsungkan upacara al-'Aza di mesjid Rabiah al-Adawiyah. Acara semacam biasanya berisi pendengaran Alquran, dan sambutan-sambutan mengenang sirah perjuangan orang
yang meninggal.

Demikian kisah pendek ini, semoga bermanfaat. Ya Allah, tempatkanlah beliau di Firdausil A'la bersama para Anbiya, Syuhada, dan Shalihin. Dan pertemukanlah kami kembali di sana. Amin.

Taken from Sofwan abbas in Profetik & IMSA's Milist.

SUMBER : MANARUL 'ILMI( WWW.MASJIDITS.CJB.NET )

Read Full Post »

Older Posts »