Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2009

Cinta (Episode 1)

Suatu hari di suatu siang, seorang pemuda kaget bercampur heran, merasakan sebuah perasaan yang tak mampu didefinisikannya, baru pertama kali dirasakannya, dan perasaan itu begitu menggebu…

Apa ini? kenapa ada perasaan seperti ini? pikir pemuda tersebut

Setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap detik perasaan itu selalu mengingatkannya pada sesosok wanita berjilbab yang manis, murah senyum, dan ceria. Seorang gadis yang belum lama dikenalnya, bahkan akrab pun tidak!

Hari berganti hari, sang pemuda yang penasaran menunggu tiap siang di depan kelasnya saat jam pulang sekolah, menanti hadirnya sang gadis yang membuat perasaannya campur aduk, karena memang jalan di depan kelasnya selalu menjadi jalur pulang gadis tersebut. Dan benar! saat gadis itu lewat, perasaan sang pemuda makin tidak menentu. Sang pemuda tak bisa melepaskan pandangan ke arah gadis tersebut, sedetik pun! wajahnya yang manis, senyumnya yang menghadirkan ketentraman, serta penampilannya yang sederhana, telah mengalahkan hati sang pemuda yang selama ini keras seperti batu.

Pekan berganti pekan. Kesibukan sang pemuda dengan sang gadis yang sama-sama aktivis di sekolah, mau tidak mau membuat mereka saling kenal. Setiap bertemu, setiap berbicara dengannya, setiap berinteraksi, sang pemuda selalu berpikir, “apa yang dia rasakan tentang saya?”. Perasaan itu terus menghantui sang pemuda, hingga suatu hari, ia menemukan nama dari perasaan yang ia rasakan selama ini…

namanya adalah “Cinta”

Selama ini sang pemuda tidak pernah mengenal kata “Cinta” terhadap lawan jenis. Hatinya tidak pernah luluh, bahkan pernah berpikir untuk tidak menikah. Namun sang gadis menghancurkan segalanya, merubah pandangannya, membuatnya menjadi orang yang berbeda…

Bulan berganti bulan, perasaan sang pemuda terhadap sang gadis tercium oleh rekan-rekan pengajiannya. Rekan-rekannya berusaha mendekat kepada sang pemuda, mengingatkan agar mengelola perasaannya itu dengan benar sesuai ajaran Islam, namun sang pemuda selalu menyanggah, melakukan pembenaran-pembenaran, bahkan menyatakan akan “menembak” sang gadis. Masya Allah…. Cinta, berawal dari membuat sang pemuda bingung, kini cinta itu telah membutakan matanya, menggoyahkan keimanan yang selama ini telah lama dipupuk.

Sang pemuda mulai jauh dari lingkungan pengajiannya. Ia merasa tertekan dan tidak nyaman lagi dengan rekan-rekannya yang selalu mengingatkannya tentang perasaannya. Sang pemuda merasa rekan-rekannya sok tahu, tidak bisa mengerti perasaannya, dan terlalu berlebihan. Sampai akhirnya, suatu hari… sang pemuda benar-benar lepas dari pengajiannya, tidak pernah datang lagi.

Bulan berganti bulan, sang pemuda terus berupaya “menembak” sang gadis. Dicarinya segala info tentang sang gadis. Diperbanyak juga interaksi diantara mereka. Hal itu cukup mudah, karena saat itu mereka satu organisasi kesiswaan. Apalagi sang pemuda merupakan top managementnya. Sang pemuda tidak pernah patah semangat. Rekan-rekan pengajiannya dulu, tampak sudah lelah mengingatkan. Mereka hanya bisa berdo’a dan berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuk kepada sang pemuda.

Akhirnya…

Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, memang masih menyayangi sang pemuda. Dipersulitnya upaya sang pemuda untuk mendapatkan tujuannya. Semakin sang pemuda mendekat, semakin pula sang gadis menjauh. Hal itu berlangsung lama, hingga tiba-tiba, terlintas dari pikiran sang pemuda, “Jangan-jangan Allah gak Ridha dengan yang saya lakukan…”

Sang pemuda berpikir sejenak, merenung, muhasabah diri, namun tidak kunjung menemukan jawaban…

Hingga suatu hari, 14 Februari 2004, hari yang dikenal sebagai hari Valentine se-dunia.

Hari itu, Ekskul seni mengadakan lomba puisi bertema cinta. Sang pemuda pun tak mau kalah. Sang pemuda membuat puisi sebaik mungkin, dengan mengeluarkan segenap perasaannya. Begitu selesai lomba puisi, sang pemuda mendengar bahwa Rohis sekolah mengadakan pengajian bertema cinta juga.

Entah apa yang membuatnya tergerak, sang pemuda yang sudah tahu pasti bahwa yang disampaikan di sana pasti sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya. Namun seakan kakinya tak bisa dibendung untuk melangkah menuju Masjid, hingga sang pemuda pun mengikuti pengajian yang diadakan…

Luar Biasa!

Pengajian itu begitu merasuk dalam hati sang pemuda. Sang pemuda menemukan makna cinta yang sesungguhnya, dan bagaimana sebenarnya Islam memandang cinta. Sang pemuda pun sadar, bahwa selama ini ia salah dalam memandang perasaannya dan memandang Islam itu sendiri.

Luar Biasa!

Allah SWT memberikan kelapangan hati pada sang pemuda untuk menerima sebanyak-banyaknya kebenaran yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

Luar Biasa!

14 Februari 2004, hari Valentine, menjadi hari dimana sang pemuda mengikrarkan taubatnya!

Subhanallah…

5 tahun berlalu. Kini, sang pemuda menjadi da’i yang aktif menyebarkan dakwah Islam. Walau penuh keterbatasan ilmu, namun sang pemuda tersebut tidak pernah berhenti belajar dan selalu semangat untuk menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Allah SWT.

Subhanallah…

Kini sang pemuda telah banyak menginspirasi orang lain tentang makna cinta. Berbekal pengalaman masa lalunya yang kelam, sang pemuda berjuang agar tidak ada yang mengalami hal serupa dengannya.

Dan kini… sang pemuda tengah berupaya… menjemput cinta sejatinya di dunia… sebuah cinta dari ikatan suci yang halal dan berkah, serta dicintai oleh Allah SWT…

(true story from my friend)

Advertisements

Read Full Post »