Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 16th, 2008

Proyek “Prambanan”

Kisah ini sudah cukup lama, bahkan saya lupa tanggalnya….

Kisah ini bermula dari sebuah sms permintaan bantuan untuk mempersiapkan stand KTA di acara PKS yang diadakan di GOR Bandung. Sabtu malam, saya sampai di DPD PKS Bandung, Jln Kinanti no.7. Di sana sudah ada Kang Hartanto sebagai penanggung jawab stand KTA di acara besok, dan Kang Pras yang juga datang dengan kepentingan yang sama….

KTA-nya keren lho…. model ATM. Seperti ini nih (ini model contohnya):

kartu-anggota-konvert-coy

Beberapa hal coba disiapkan, mulai dari bahan KTA, pembuatan kuitansi penerimaan KTA, sampai dengan latihan mencetak KTA !!! jadi kita cetak sendiri… manual !

Kang Hartanto mulai memberi komando…

“Surya bikin kuitansi ya…, Pras siapin alat dan bahan”

“Emang cetaknya nanti pake apa kang?” tanya saya.

“Tuh alatnya…” Kang Har -begitu saya akrab memanggil beliau- menunjuk ke arah sudut ruangan. wow, ini alat yang biasa saya lihat di tempat fotokopi…. buat laminating….

“Yang ini buat laminanting, nah motongnya pake ini…” Kang Har menunjukkan alat pemotong berwarna hijau yang kecil namun ukurannya benar-benar tidak mencerminkan beratnya. Wah, cara tradisional…. gak canggih! maklum lah… PKS kan gak punya banyak duit… namanya juga PKS, Partai Kantong Sendiri ^_^ he he he….

Setelah salat Isya, saya coba selesaikan pembuatan nomor urut dan kuitansi penerimaan KTA serta papan nama stand. Setelah itu, masalah baru muncul. Bagaimana masalah pendataannya nanti ?! Sistem databasenya belum ada !

“Siapa kira-kira Sur, yang bisa nih… bikin database buat besok?” Tanya Kang Pras….

Kami berpikir…. berpikir… menimang-nimang… mencari nama….

AHA…!!!!

“Panggil Roni!”

Nur Roni Dinurrohman, mahasiswa Teknik Informatika Unpas 2005, teman kami di Karisma, terbesit dalam benak kami. Kami telepon dan beliau menyanggupi…. Alhamdulillah….

Malam hari semakin larut…. kami pun bagi tugas. Kang Pras dan Roni menyelesaikan sistem database (bayangkan, malam di atas jam 9 baru dibuat dari nol! pake SQL). Saya dan Kang Har mencoba alat-alat berat untuk membuat KTA. Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kita print di kertas khusus sesuai kebutuhan, kita tempelkan pada kertas khusus yang lainnya.  Masukkan ke mesin laminating. Setelah itu, keluar satu kertas besar yang berisi sekian KTA. Tinggal dipotong deh di alat potong… Tapi namanya pemula… biar besok nggak gagal, harus latihan berkali-kali….

Malam itu menjadi malam lembur yang sama sekali tidak direncanakan. Banyak kejadian yang terjadi. Bermula dari kertas yang kusut saat dimasukkan ke dalam mesin laminating. Hal ini membuat saya dan Kang Har harus membongkar mesin itu. Padahal kami belum pernah sama sekali melakukannya. PRANG! begitu kami buka, beberapa komponen di dalamnya jatuh berserakan…. GLEK… gimana nih…. mesin cuma satu, waktu tinggal kurang dari 8 jam lagi… Kalau mau beli alat baru, uang tidak ada, toko tidak mungkin buka…. (saat itu sekitar jam 1 pagi). Hwa…!!! bagaimana ini!!!

Kami mencoba bersabar, merenung, memperhatikan isi mesin itu sedikit-demi sedikit…. mencoba menerka-nerka letak dan fungsi beberapa komponen yang jatuh berserakan tadi. Jumlah komponen berserakan yang cukup banyak membuat saya dan Kang Har cukup kewalahan. Coba pasang sini, bongkar situ, pasang situ, bongkar sini, salah, salah, salah lagi….. Maklum lah…. Saya dan Kang Har gak ada yang pernah belajar sebagai tukang fotokopi…. basic kami juga bukan masalah memperbaiki yang beginian… (Saya Teknik Industri 2005, Kang Har Fisika 1991, ITB semua)…

Sementara itu, di tempat Roni dan Kang Pras, terjadi kekacauan yang sama. Sistem database yang proses pembuatannya rumit membuat mereka mengucurkan keringat yang tidak sedikit. Masalahnya sudah H-sekian jam, dan harus diburu! Roni yang membuat SQL-nya dibuat kewalahan dengan sistemnya yang beberapa kali tidak cocok dengan codingnya.

Kembali ke tim “percetakan”. Kami masih mengotak-atik alat itu selama beberapa jam…. setelah melewati proses yang begitu susah payah, samapi harus memperlajari seluk beluk isi dan fungsi tiap komponen di mesin laminating, akhirnya kami berhasil! mesinnya bekerja kembali dengan baik! alhamdulillah….

Latihan bisa kami lanjutkan… ya… latihan mencetak kartunya…. sampai pagi, kami salat subuh berjama’ah di masjid dekat DPD. Setelah itu, semua peralatan kami siapkan di ruang tengah untuk diangkut ke mobil. Kami berangkat ke GOR Bandung dalam kondisi semalam suntuk tidak tidur… fuh… jihad memang berat kawan….

Sesampainya di GOR, saya selaku tim pendahulu mulai menyusun stand KTA, memasang papan nama, mengatur meja, posisi laptop, dsb. Stand KTA berada di lapangan parkir GOR, di luar gedung. Seperti biasanya pada acara-acara PKS, di lapangan luar banyak berkumpul stand-stand yang menjual produk-produk partai dan buku-buku serta kaset dan CD islami. Kerja kami pun dimulai. Banyak kader berdatangan ke stand kami, mengantri untuk dibuatkan KTA. KTA yang sekarang modelnya baru, lebih keren, lebih awet, seperti model ATM. Satu-persatu kami ambil fotonya. Di tengah proses, masalah baru muncul… printernya macet !

Dari pagi sampai menjelang siang kami sibuk dengan usaha memperbaiki printer. Cukup aneh, karena printer itu adalah printer yang kami pakai untuk latihan di DPD. Begitu printer bisa, hasil yang keluar belepotan…. hweh…. piye iki rek…. Saat siang, banyak kader-kader yang datang meminta hasil KTA-nya, dan dengan permohonan maaf belum bisa kami selesaikan. Akhirnya, kami kembali tanpa mencetak satu KTA pun… hiks….

Beberapa minggu berselang, banyak kawan-kawan yang menanyakan kepada saya hasil KTA-nya. Belum… jawab saya. Suatu hari saya konfirmasi ke Kang Har, katanya sudah 60 % jadi… alhamdulillah…

“Kalo bagian saya gimana, Kang?” tanya saya…. “bagian” maksudnya KTA lho… bukan duit….

“Datang aja sendiri ke DPD, print sendiri, cetak sendiri, kan udah bisa” jawab Kang Har…

“Ok kang…”

beberapa hari berselang, saya bertanya ke Kang Har, kapan saya bisa ke DPD buat mencetak sendiri KTA saya….

“Kapan aja boleh, tapi sur, afwan… bahan KTA yang kemarin sudah habis…. dan sepertinya tidak akan beli lagi…. jadi kalaupun surya cetak KTA, modelnya sudah bukan seperti yang kemarin lagi, tapi model lama….”

Model lama…. yang di kertas terus dilaminating…. hu…. hiks…. gak jadi deh punya KTA model ATM….

hiks….

By The Way, walaupun penuh kegagalan, semoga Allah menilai usaha kami dengan Ridha-Nya…. amin….

Advertisements

Read Full Post »