Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

kalau rasul sedikit-sedikit istighfar
kalau kita sedikit istighfar

kalau rasul sedikit makan
kalau kita sedikit-sedikit makan

kalau rasul sedikit tidur
kalau kita sedikit-sedikit tidur

kalau rasul…..
kalau kita…..

ternyata cuma beda sedikit ya….

Advertisements

Read Full Post »

Henshin !

ha….h HENSHIN ! –>

Jadilah superhero… pembela kebenaran !!!!

Read Full Post »

Tragedi 25 Desember 2006

25 Desember 2006, menjadi hari yang benar-benar tak terlupakan dalam hidup saya. saat itu, saya dan teman-teman dari Karisma ITB akan menghadiri pernikahan pembina Karisma ITB yang dilangsungkan di bekasi. kami berangkat sekian rombongan (lupa), dan rombongan saya berada paling belakang. Perjalanan berlangsung lancar-lancar saja. pukul 08.30, saya yang dalam kondisi tidur dikejutkan bergoncangnya mobil yang kami naiki dengan hebat terguling dan berputar berkali-kali ke sebelah kanan, membuat saya terbentur ke atas berkali-kali dengan kesadaran 100 % ! (waktu itu cuma bisa pasrah…).

Beberapa saat goncangan itu berhenti. Saya sadar bahwa kami mengalami kecelakaan di tol cikarang arah menuju bekasi. Mobil ringsek, semua kacanya hancur. Saya keluar dengan segera, khawatir mobilnya meledak seperti yang biasa terjadi di film-film laga (BEUGH… kebanyakan nonton film). Saya lihat beberapa kawan sudah ada di luar. Salah satu dari kami dikeluarkan dari mobil dengan kondisi yang… !!!! kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Untungnya pos keamanan tidak jauh dari sana. Bantuan dari rumah sakit segera datang. setelah didiagnosa, 5 dari 10 penumpang harus dirawat di rumah sakit.

Bukan anak Karisma kalau tidak “bikin onar”. Di rumah sakit, bukannya suasana duka yang terjadi. Malahan kami-kami yang dirawat satu kamar ributnya buan main Ketawa-ketiwi tidak jelas… (heh.. 😦 ). Dani Badra, yang tadi kepalanya banyak mengeluarkan darah, masih bisa aneh-aneh. Pas ditanya “Badra… gimana keadaannya?!”, dengan santai menjawab,”Buku So Hok Gie saya mana…”. Glodak! memang saat di mobil dia lagi asyik baca itu. Huh… masih aja sempet kepikiran. Ada lagi, Ismail, teman kami yang paling gemuk, mengalami patah tulang selangka, saat ditanya,”Mail, gimana keadaannya?”, dengan polosnya menjawan,”ng… laper… mau sate…”. Hah… saat 3 dari kami dirawat di kamar yang sama (Hendra: tulangnya ada yang bergeser, Ismail: patah tulang selangka, Saya: gegar otak ringan), kami hepi-hepi aja. Begitu rombongan lain datang, sangat tampak wajah panik di muka mereka… belum tahu mereka kalo kita hepi-hepi… dasar bocah-bocah Karisma!

L ho…. judulnya kan tragedi? kok jadi ceria? ah… sudahlah! yang penting nulis…

oh iya, ada satu hal lagi yang cukup menarik. Waktu kecelakaan, saya sedang membaca (dan tertidur) buku berjudul MANAJEMEN KEMATIAN karya Khozin Abu Faqih…. langsung dapat prakteknya dari Allah SWT… walau nggak sampai ajal…. jadi makin mudah ingat mati….

Read Full Post »

Hidungku…..

Saat itu kelas 1 SMA, sedang aktif-aktifnya ikut ekskul Tae Kwon Do . Suatu hari, seperti biasa kalo latihan…. pasti ada sesi pertarungan. Pas lagi seru-serunya bertarung, lawan saya memutar badan sehingga berpindah secara cepat ke belakang saya. Belum sempat saya berbalik, sebuah kaki tanpa alas melayang ke muka… KRAK !!!!!

Jadilah… selama lebih dari satu bulan (patah hidungnya tidak terlalu parah) saya semakin cakep dengan perban di hidung saya…. ada-ada saja….

kalo sahabat perhatikan, hidung saya saat ini tidak benar-benar lurus. yah… hitung-hitung ada kenang-kenangan dari Tae Kwon Do…

Read Full Post »

Miripkah ?

Apa bedanya antara 2 foto di atas?

yang atas adalah pas masih tidur….

yang bawah, pas terbangun oleh adzan subuh…….

fuh….

Read Full Post »

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila

kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang.

Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya

bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila

kalah. (Eric Berne)

Read Full Post »

Makna Sebuah Perubahan

Cepat atau lambat, akan datang masa-masa kritis dalam kehidupan kita. Dan reaksi kita sesungguhnya sedikit atau banyak akan menentukan kualitas kebahagiaan dan sukses kita di masa depan. Sejak awal hidup kita, tiap-tiap diri sesungguhnya telah ditakdirkan untuk menjumpai bencana.

Lihatlah lebih cermat lagi, maka kita akan mendapati bahwa situasi krisis sesungguhnya adalah kesempatan untuk terus maju, atau berhenti. Perubahan dalam hidup kita bisa memberi kita “inspirasi” atau “keputusasaan”.

Berikanlah makna pada perubahan, dan transformasikan menjadi sesuatu yang berharga. Pertumbuhan kepribadian kita seharusnya adalah proses merespon perubahan secara positif.

Bebatuan yang berharga bukanlah sesuatu yang yang bisa kita gosok tanpa menimbulkan keretakan. Begitu juga hidup, jangan kita bilang kita sempurna tanpa melewati ujian.

Read Full Post »

Older Posts »