Feeds:
Posts
Comments

Suatu hari di suatu siang, seorang pemuda kaget bercampur heran, merasakan sebuah perasaan yang tak mampu didefinisikannya, baru pertama kali dirasakannya, dan perasaan itu begitu menggebu…

Apa ini? kenapa ada perasaan seperti ini? pikir pemuda tersebut

Setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap detik perasaan itu selalu mengingatkannya pada sesosok wanita berjilbab yang manis, murah senyum, dan ceria. Seorang gadis yang belum lama dikenalnya, bahkan akrab pun tidak!

Hari berganti hari, sang pemuda yang penasaran menunggu tiap siang di depan kelasnya saat jam pulang sekolah, menanti hadirnya sang gadis yang membuat perasaannya campur aduk, karena memang jalan di depan kelasnya selalu menjadi jalur pulang gadis tersebut. Dan benar! saat gadis itu lewat, perasaan sang pemuda makin tidak menentu. Sang pemuda tak bisa melepaskan pandangan ke arah gadis tersebut, sedetik pun! wajahnya yang manis, senyumnya yang menghadirkan ketentraman, serta penampilannya yang sederhana, telah mengalahkan hati sang pemuda yang selama ini keras seperti batu.

Pekan berganti pekan. Kesibukan sang pemuda dengan sang gadis yang sama-sama aktivis di sekolah, mau tidak mau membuat mereka saling kenal. Setiap bertemu, setiap berbicara dengannya, setiap berinteraksi, sang pemuda selalu berpikir, “apa yang dia rasakan tentang saya?”. Perasaan itu terus menghantui sang pemuda, hingga suatu hari, ia menemukan nama dari perasaan yang ia rasakan selama ini…

namanya adalah “Cinta”

Selama ini sang pemuda tidak pernah mengenal kata “Cinta” terhadap lawan jenis. Hatinya tidak pernah luluh, bahkan pernah berpikir untuk tidak menikah. Namun sang gadis menghancurkan segalanya, merubah pandangannya, membuatnya menjadi orang yang berbeda…

Bulan berganti bulan, perasaan sang pemuda terhadap sang gadis tercium oleh rekan-rekan pengajiannya. Rekan-rekannya berusaha mendekat kepada sang pemuda, mengingatkan agar mengelola perasaannya itu dengan benar sesuai ajaran Islam, namun sang pemuda selalu menyanggah, melakukan pembenaran-pembenaran, bahkan menyatakan akan “menembak” sang gadis. Masya Allah…. Cinta, berawal dari membuat sang pemuda bingung, kini cinta itu telah membutakan matanya, menggoyahkan keimanan yang selama ini telah lama dipupuk.

Sang pemuda mulai jauh dari lingkungan pengajiannya. Ia merasa tertekan dan tidak nyaman lagi dengan rekan-rekannya yang selalu mengingatkannya tentang perasaannya. Sang pemuda merasa rekan-rekannya sok tahu, tidak bisa mengerti perasaannya, dan terlalu berlebihan. Sampai akhirnya, suatu hari… sang pemuda benar-benar lepas dari pengajiannya, tidak pernah datang lagi.

Bulan berganti bulan, sang pemuda terus berupaya “menembak” sang gadis. Dicarinya segala info tentang sang gadis. Diperbanyak juga interaksi diantara mereka. Hal itu cukup mudah, karena saat itu mereka satu organisasi kesiswaan. Apalagi sang pemuda merupakan top managementnya. Sang pemuda tidak pernah patah semangat. Rekan-rekan pengajiannya dulu, tampak sudah lelah mengingatkan. Mereka hanya bisa berdo’a dan berdo’a semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuk kepada sang pemuda.

Akhirnya…

Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, memang masih menyayangi sang pemuda. Dipersulitnya upaya sang pemuda untuk mendapatkan tujuannya. Semakin sang pemuda mendekat, semakin pula sang gadis menjauh. Hal itu berlangsung lama, hingga tiba-tiba, terlintas dari pikiran sang pemuda, “Jangan-jangan Allah gak Ridha dengan yang saya lakukan…”

Sang pemuda berpikir sejenak, merenung, muhasabah diri, namun tidak kunjung menemukan jawaban…

Hingga suatu hari, 14 Februari 2004, hari yang dikenal sebagai hari Valentine se-dunia.

Hari itu, Ekskul seni mengadakan lomba puisi bertema cinta. Sang pemuda pun tak mau kalah. Sang pemuda membuat puisi sebaik mungkin, dengan mengeluarkan segenap perasaannya. Begitu selesai lomba puisi, sang pemuda mendengar bahwa Rohis sekolah mengadakan pengajian bertema cinta juga.

Entah apa yang membuatnya tergerak, sang pemuda yang sudah tahu pasti bahwa yang disampaikan di sana pasti sesuatu yang bertentangan dengan keinginannya. Namun seakan kakinya tak bisa dibendung untuk melangkah menuju Masjid, hingga sang pemuda pun mengikuti pengajian yang diadakan…

Luar Biasa!

Pengajian itu begitu merasuk dalam hati sang pemuda. Sang pemuda menemukan makna cinta yang sesungguhnya, dan bagaimana sebenarnya Islam memandang cinta. Sang pemuda pun sadar, bahwa selama ini ia salah dalam memandang perasaannya dan memandang Islam itu sendiri.

Luar Biasa!

Allah SWT memberikan kelapangan hati pada sang pemuda untuk menerima sebanyak-banyaknya kebenaran yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

Luar Biasa!

14 Februari 2004, hari Valentine, menjadi hari dimana sang pemuda mengikrarkan taubatnya!

Subhanallah…

5 tahun berlalu. Kini, sang pemuda menjadi da’i yang aktif menyebarkan dakwah Islam. Walau penuh keterbatasan ilmu, namun sang pemuda tersebut tidak pernah berhenti belajar dan selalu semangat untuk menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Allah SWT.

Subhanallah…

Kini sang pemuda telah banyak menginspirasi orang lain tentang makna cinta. Berbekal pengalaman masa lalunya yang kelam, sang pemuda berjuang agar tidak ada yang mengalami hal serupa dengannya.

Dan kini… sang pemuda tengah berupaya… menjemput cinta sejatinya di dunia… sebuah cinta dari ikatan suci yang halal dan berkah, serta dicintai oleh Allah SWT…

(true story from my friend)

Alkisah di suatu daerah terdapat sebuah gunung berkabut yang mengandung keajaiban. Setiap manusia yang berhasil mendaki hingga ke puncaknya, akan mendapatkan seorang jodoh yang luar biasa suatu hari kelak. Jika laki-laki, jodohnya akan sangat cantik. Jika wanita, jodohnya akan sangat tampan. Namun, hal itu dapat diraih dengan satu syarat ! yaitu selama pendakiannya sang pendaki tidak boleh sekalipun menginjak katak yang ada di sana !

 

Suatu hari… 2 orang pemuda bernama Ali dan Adi mencoba menantang gunung itu…

bagaimana kisah selanjutnya? bagi yang bisa nebak… dapat hadiah… ucapan selamat dari saya… he he he🙂

dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba – tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda:”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

Nabi menahannya:”Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapa 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad,… . salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu? “

“Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. .. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

OrangYang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: ” Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

” Lalu siapa lagi?”

“Orangyang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“apa tanda kesabarannya?”

” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”

“Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“apa tanda kesyukurannya ?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya .”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. “

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya .”

“Ali bin Abi Thalib?”

” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“aku merasa panas dingin dan gemetar. “

” Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka .”

” Jika ia berhaji?”

” Aku seperti orang gila. “

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

” Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“mengapa bisa begitu? “

“sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

” apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“taubat orang yang bertaubat.”

” apa yang dapat membakar hatimu?”

” istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“sedekah yang diam – diam. “

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu? “

“Shalat berjamaah .”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

” bagaimana cara makanmu?”

“dengan tangan kiri dan jariku.”

“dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“di bawah kuku manusia.”

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk..”

“Siapa tamumu? “

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

” Siapa kekasihmu? “

” Orangyang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? “

“orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

IblisTidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:” tidak , tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir..
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.
Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh,
kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang – orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,”keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak – anakku seleu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya. ..

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah(gosip) dan Namimah(Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku. ..

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hnaya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai…

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedanga aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“apa saja?”

“aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. akujuga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara  – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : “wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :”mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT ” (QS Hud :118 – 119)
juga membaca, ” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata: ” wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk – mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”

Kisah ini sudah cukup lama, bahkan saya lupa tanggalnya….

Kisah ini bermula dari sebuah sms permintaan bantuan untuk mempersiapkan stand KTA di acara PKS yang diadakan di GOR Bandung. Sabtu malam, saya sampai di DPD PKS Bandung, Jln Kinanti no.7. Di sana sudah ada Kang Hartanto sebagai penanggung jawab stand KTA di acara besok, dan Kang Pras yang juga datang dengan kepentingan yang sama….

KTA-nya keren lho…. model ATM. Seperti ini nih (ini model contohnya):

kartu-anggota-konvert-coy

Beberapa hal coba disiapkan, mulai dari bahan KTA, pembuatan kuitansi penerimaan KTA, sampai dengan latihan mencetak KTA !!! jadi kita cetak sendiri… manual !

Kang Hartanto mulai memberi komando…

“Surya bikin kuitansi ya…, Pras siapin alat dan bahan”

“Emang cetaknya nanti pake apa kang?” tanya saya.

“Tuh alatnya…” Kang Har -begitu saya akrab memanggil beliau- menunjuk ke arah sudut ruangan. wow, ini alat yang biasa saya lihat di tempat fotokopi…. buat laminating….

“Yang ini buat laminanting, nah motongnya pake ini…” Kang Har menunjukkan alat pemotong berwarna hijau yang kecil namun ukurannya benar-benar tidak mencerminkan beratnya. Wah, cara tradisional…. gak canggih! maklum lah… PKS kan gak punya banyak duit… namanya juga PKS, Partai Kantong Sendiri ^_^ he he he….

Setelah salat Isya, saya coba selesaikan pembuatan nomor urut dan kuitansi penerimaan KTA serta papan nama stand. Setelah itu, masalah baru muncul. Bagaimana masalah pendataannya nanti ?! Sistem databasenya belum ada !

“Siapa kira-kira Sur, yang bisa nih… bikin database buat besok?” Tanya Kang Pras….

Kami berpikir…. berpikir… menimang-nimang… mencari nama….

AHA…!!!!

“Panggil Roni!”

Nur Roni Dinurrohman, mahasiswa Teknik Informatika Unpas 2005, teman kami di Karisma, terbesit dalam benak kami. Kami telepon dan beliau menyanggupi…. Alhamdulillah….

Malam hari semakin larut…. kami pun bagi tugas. Kang Pras dan Roni menyelesaikan sistem database (bayangkan, malam di atas jam 9 baru dibuat dari nol! pake SQL). Saya dan Kang Har mencoba alat-alat berat untuk membuat KTA. Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kita print di kertas khusus sesuai kebutuhan, kita tempelkan pada kertas khusus yang lainnya.  Masukkan ke mesin laminating. Setelah itu, keluar satu kertas besar yang berisi sekian KTA. Tinggal dipotong deh di alat potong… Tapi namanya pemula… biar besok nggak gagal, harus latihan berkali-kali….

Malam itu menjadi malam lembur yang sama sekali tidak direncanakan. Banyak kejadian yang terjadi. Bermula dari kertas yang kusut saat dimasukkan ke dalam mesin laminating. Hal ini membuat saya dan Kang Har harus membongkar mesin itu. Padahal kami belum pernah sama sekali melakukannya. PRANG! begitu kami buka, beberapa komponen di dalamnya jatuh berserakan…. GLEK… gimana nih…. mesin cuma satu, waktu tinggal kurang dari 8 jam lagi… Kalau mau beli alat baru, uang tidak ada, toko tidak mungkin buka…. (saat itu sekitar jam 1 pagi). Hwa…!!! bagaimana ini!!!

Kami mencoba bersabar, merenung, memperhatikan isi mesin itu sedikit-demi sedikit…. mencoba menerka-nerka letak dan fungsi beberapa komponen yang jatuh berserakan tadi. Jumlah komponen berserakan yang cukup banyak membuat saya dan Kang Har cukup kewalahan. Coba pasang sini, bongkar situ, pasang situ, bongkar sini, salah, salah, salah lagi….. Maklum lah…. Saya dan Kang Har gak ada yang pernah belajar sebagai tukang fotokopi…. basic kami juga bukan masalah memperbaiki yang beginian… (Saya Teknik Industri 2005, Kang Har Fisika 1991, ITB semua)…

Sementara itu, di tempat Roni dan Kang Pras, terjadi kekacauan yang sama. Sistem database yang proses pembuatannya rumit membuat mereka mengucurkan keringat yang tidak sedikit. Masalahnya sudah H-sekian jam, dan harus diburu! Roni yang membuat SQL-nya dibuat kewalahan dengan sistemnya yang beberapa kali tidak cocok dengan codingnya.

Kembali ke tim “percetakan”. Kami masih mengotak-atik alat itu selama beberapa jam…. setelah melewati proses yang begitu susah payah, samapi harus memperlajari seluk beluk isi dan fungsi tiap komponen di mesin laminating, akhirnya kami berhasil! mesinnya bekerja kembali dengan baik! alhamdulillah….

Latihan bisa kami lanjutkan… ya… latihan mencetak kartunya…. sampai pagi, kami salat subuh berjama’ah di masjid dekat DPD. Setelah itu, semua peralatan kami siapkan di ruang tengah untuk diangkut ke mobil. Kami berangkat ke GOR Bandung dalam kondisi semalam suntuk tidak tidur… fuh… jihad memang berat kawan….

Sesampainya di GOR, saya selaku tim pendahulu mulai menyusun stand KTA, memasang papan nama, mengatur meja, posisi laptop, dsb. Stand KTA berada di lapangan parkir GOR, di luar gedung. Seperti biasanya pada acara-acara PKS, di lapangan luar banyak berkumpul stand-stand yang menjual produk-produk partai dan buku-buku serta kaset dan CD islami. Kerja kami pun dimulai. Banyak kader berdatangan ke stand kami, mengantri untuk dibuatkan KTA. KTA yang sekarang modelnya baru, lebih keren, lebih awet, seperti model ATM. Satu-persatu kami ambil fotonya. Di tengah proses, masalah baru muncul… printernya macet !

Dari pagi sampai menjelang siang kami sibuk dengan usaha memperbaiki printer. Cukup aneh, karena printer itu adalah printer yang kami pakai untuk latihan di DPD. Begitu printer bisa, hasil yang keluar belepotan…. hweh…. piye iki rek…. Saat siang, banyak kader-kader yang datang meminta hasil KTA-nya, dan dengan permohonan maaf belum bisa kami selesaikan. Akhirnya, kami kembali tanpa mencetak satu KTA pun… hiks….

Beberapa minggu berselang, banyak kawan-kawan yang menanyakan kepada saya hasil KTA-nya. Belum… jawab saya. Suatu hari saya konfirmasi ke Kang Har, katanya sudah 60 % jadi… alhamdulillah…

“Kalo bagian saya gimana, Kang?” tanya saya…. “bagian” maksudnya KTA lho… bukan duit….

“Datang aja sendiri ke DPD, print sendiri, cetak sendiri, kan udah bisa” jawab Kang Har…

“Ok kang…”

beberapa hari berselang, saya bertanya ke Kang Har, kapan saya bisa ke DPD buat mencetak sendiri KTA saya….

“Kapan aja boleh, tapi sur, afwan… bahan KTA yang kemarin sudah habis…. dan sepertinya tidak akan beli lagi…. jadi kalaupun surya cetak KTA, modelnya sudah bukan seperti yang kemarin lagi, tapi model lama….”

Model lama…. yang di kertas terus dilaminating…. hu…. hiks…. gak jadi deh punya KTA model ATM….

hiks….

By The Way, walaupun penuh kegagalan, semoga Allah menilai usaha kami dengan Ridha-Nya…. amin….

Menjaga Lisan

Sungguh kita wajib berlindung kepada Allah dari bahaya lidah kita,karena tanpa pertolongan-Nya mustahil kita bisa mengendalikan lidah kita dalam berbicara terutama kita kaum wanita.Berbicara memang enak,semakin manis apalagi membahas masalah yang tidak ada habisnya dari awal hingga akhir.Tanpa disadari lidah telah mendorong kita dalam kemaksiatan yang dimurkai-Nya.

Berapa banyak kita temukan seorang yang bertengkar hebat karena dari bahaya lidah,terputusnya sillahturahim,perceraian antara suami & istri, salah faham,bermusuhan,tidak saling menegur, saling membenci, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kita tampilkan disini.

Maksiat lisan (lidah)ini adalah makanan (kebiasaan) manusia, karena demikian mudah dan cepatnya ia terlontarkan dari mulut seseorang. Coba ukhti simak dalam hadits Shahih berikut ini:

“Orang-orang yang dijerumuskan kedalam neraka, hanyalah karena akibat perbuatan lidah mereka”

(HR.Tirmidzi No.2619 dalam kitab Al-Iman, Musnad Imam Ahmad 7/231, dan Tirmidzi berkata hadits ini hasan Shahih)

Dan hadits lain yang berbunyi:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata benar atau diam”

(HR.Bukhari 10/373 kitab Al-Adab,Muslim hadits No.47, Musnad Imam Ahmad 4/31)

Bila kita perhatikan 2 hadits diatas maka akan kita dapati betapa besarnya bahaya lidah ini yang dapat mengakibatkan seorang hamba tercebur kedalam neraka karena itulah Rasulullah mendidik kita agar dalam segala hal kita berkata yang haq (benar) bila tidak bisa maka kita dianjurkan untuk diam. Agar selamat dunia dan akhirat kita.

Mengapa demikian ukhti? karena lidah adalah ibarat altar sebuah lapangan dalam kebaikan dan keburukan. Orang yang melepaskannya dan tidak menjaganya dengan kendali ajaran syariat, akan digiring oleh setan menuju jalan-jalan kebinasaan dan hasilnya adalah keneraka. Kesempurnaan lidah adalah menahan diri dari ucapan-ucapan sampah, hanya berbicara untuk kebaikan karena lisan tidak dapat dipercaya sepenuhnya dan bahaya yang ditimbulkan amat besar , maka kebanyakan orang dizaman kita sekarang ini telah terkena musibah lisan.

Ya,…musibah lisan..

Yang sudah terlanjur menjadi bumbu dan santapan dalam majelis-majelis mereka, seperti gosip, dusta, ghibah, debat kusir,adu argumnetasi, memperbincangkan kebatilan,bertengkar mengobral ucapan-ucapan sampah, menambal sulam berita (agar lebih nikmat didengar), membangga-banggakan diri untuk berhibur atau menyindir orang lain, menyebarkan ucapan orang banyak (ibarat iklan sabun), mencaci orang yang dibenci dan menganggap suci orang yang disukai, membongkar rahasia dan sejenisnya.Kuatnya dorongan bicara ditambah dengan lidah yang memang tidak bertulang, maka kesabaran kita menjadi lemah,Oleh sebab itu harus selalu kita ingat sabda Nabi kita Shalallahu alihi wassalam:

“Peliharalah lisanmu ini”

(HR.Tirmidzi no.2169 , hasan Shahih )

Ukhti muslimah,…kita sering mendapatkan orang yang demikian wara’nya (hati-hati) dalam menjaga dirinya dari barang haram,seorang wanita muslimah yang telah terhijabi tubuhnya dengan jilbab akan tetapi ia tidak bisa menahan diri dari lisannya, sembarangan berbicara termasuk yang tergolong dalam dosa-dosa besar, seperti ghibah, mengadu domba (namimah), menyebar gosip, ngerumpi dan lain-lain.

Demikian pula juga halnya bila membicarakan penafsiran Al-Qur’an atau menyebutkan hadits Rasulullah, demikian mudahnya lisan berbicara tanpa ilmu, padahal Allah telah memperingati kita dalam firman-Nya:

“Dan, janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan(ilmu) tentangnya.Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya” (Al-Isra’ ayat 36)

Jadi, dari pembahasan diatas kita menyadari betapa wajibnya kita menjaga lisan ini agar selalu berada dalam keridha’an-Nya. Ukhti Muslimah…apalagi yang kita tunggu? secepatnya kita bangkit dan membenahi diri kita untuk menata lidah kita ini sehingga kita menjadi hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat. Amin…shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita yang demikian sayangnya kepada ummatnya ini agar tidak terjerumus dari hal-hal yang dimurkai-Nya.Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga dan melindungi lisan kita karena semuanya tak lepas dari taufik dan bimbingan-Nya. Wallahu’alam bisshawab.

Bahan Maraji’:

Hiburan Bagi Orang Yang Tertimpa Musibah, Muhammad Al-Hambali, 272-275, Darul Haq, Juni 2001M

“Bro… malam bujang lagi yuk di rumah Jaka… pesta sate!!!”

Begitulah bunyi SMS yang masuk pada HP saya malam itu, dua hari setelah Idul Adha….

Saat itu, saya sedang ada di rumah kost bersama Yahdi yang berencana menginap.

“Ditunggu di Madtari… kita berangkat dari sini… cepetan!!!” bunyi SMS yang kembali masuk dari Rihan.

“Jemput aja kami disini…. kalo kami kesana lama, pake angkot, terus jalan kaki lagi…” balas saya.

“OK…. kita kesana” balas Rihan Lagi.

Beberapa menit kemudian, datanglah Rihan bersama Husna, menjemput kami berdua. Tidak lama setelah itu, kamipun berangkat ke rumah Jaka, yang selama ini menjadi “markas” kami.

Di rumah Jaka, Kami bagi-bagi tugas. Ada yang menusuk daging dengan tusuk sate, ada yang menyiapkan tungku pembakaran, ada yang cuma bengong melihat… (nah loh…). Total jumlah daging yang tersedia ada sekitar 30an tusuk sate. Semua siap, tinggal dibakar!!!

“Sur… kamu kan dari surabaya… deket tuh ama madura…” celetuk Jaka. Yah…. langsung ketangkep maksudnya supaya saya yang ngipasin sate yang dibakar, ala tukang sate madura gituh…. saya sih ayo aja…

Pembakaran dimulai dengan menuangkan minyak, syur…. segar….. nyalakan apinya… bush….! gedhe banget!

“minyaknya kebanyakan sur!” kata Jaka. Yah… namanya juga pemula…

Api yang terlalu besar membuat hasil pembakaran awal gosong! bahkan ada yang tusuk satenya putus gara-gara apinya terlalu panas. Putus karena terbakar maksudnya…. Alhamdulillah… lama kelamaan hasilnya makin baik… itung-itung modal kerja nanti kalo belum dapet kerjaan… he he…

Begitu selesai… pesta dimulai !!!! kami bagi satenya, kami ambil nasinya… tersedia dua piring untuk 5 orang.

“Rihan sepiring ama Surya aja…. sama-sama jagoan makan” Kata Jaka dan Yahdi. Husna seperti biasa, mengangguk setuju aja…. Satu piring untuk Yahdi, Husna dan Jaka, satu piring untuk saya dan Rihan…

nyam…nyam… hm…. wow… gule kambing tiba! menunya tambah lagi…. wah… alhamdulillah…

-ti….t- (sensor, ntar pada ikut laper lagi)

Fuh…. habis…

“Mau bakar lagi nggak? ronde 2… masih ada lho!”

“Bakar!!!”

Pembakaran daging ronde 2 dimulai. Teknisnya sama, hanya saja jumlahnya lebih sedikit. Begitu sudah jadi, kami memakannya tanpa nasi, karena khawatir kenyang.

Agenda berikutnya… tidur..! kamipun menginap di rumah Jaka, menikmati indahnya malam, demi menyimpan energi untuk aktivitas esok hari…

Surya VS Sapi

Sebuah arena matador Indonesia !

Bertempat di lapangan samping SMAN 1 Bandung….

Berawal dari prosesi pemotongan hewan qurban dengan damai…. karena yang dipotong awal2 adalah domba dan kambing. Gampang ngatasinnya!

satu…. dua…. sekian domba…..

saya bahkan kebagian mem”bantai” 3 ekor domba… wow! pengalaman yang mengesankan untuk seorang pemula!!!

“Sekarang sapi pak yang dipotong…”

Ditariklah sapi satu ekor menuju “lubang buaya”. Awalnya sang sapi menurut saja. begitu dekat dengan wilayah eksekusi…. sang sapi mulai memberontak. Kaki menendang-nendang…. kepala menggeliat-geliat…. sang sapi berlari ke arah kerumunan seakan mau menanduk warga yang sedang berkumpul…. (padahal tanduknya kecil ke arah belakang… sombong amat tuh sapi!).

“Pegang talinya pak!”

para pahlawan pemberani mulai berlari menuju sapi yang hiperaktif itu. satu-persatu memegang tali yang sudah diikatkan di kaki sang sapi. para superhero ini berlari kesana kemari, menghindari tatapan sang sapi. Saat sang sapi menoleh ke arah salah satu dari para jagoan, mereka berlari ke arah samping. Sang sapi pun sempat berhasil melepaskan diri, hingga tangan salah satu jagoan terluka akibat gesekan tali tambang yang dipegangnya hingga terlepas karena kalah dengan tenaga sapi. Para jagoan pun mengejar, menyudutkan sapi tersebut, berkejar-kejaran diantara pohon yang ada. Begitu terus hingga sang sapi mulai lelah.

“Tahan kepalanya !”

“Silangkan talinya !”

“Tarik !!!!!”

Sang sapi jatuh tersungkur, sambil meronta-ronta….

“SURYA !!!! DUDUK !!!!”

Salah satu jagoan, yang tangannya terluka tadi, langsung duduk di atas tubuh sang sapi, membuat sang sapi makin tidak berkutik, sehingga yang lainnya leluasa memasang kayu pada kaki sang sapi dan mengikatnya pada kaki sapi. Jagoan yang duduk di atas sapi tadi terus bertarung dengan sapi yang meronta. Sang jagoan bagaikan merasakan gempa dasyat merasakan tubuh sang sapi yang bergoyang-goyang memberontak. Akhirnya setelah beberapa lama, sang sapi menyerah dan pasrah akibat lelah, dan dimulailah pembantaian yang sudah ditunggu-tunggu…..

Untuk beberapa sapi kedepan, jagoan tadi terus mendapatkan peran yang sama, menduduki sapi !

“Untung ada Surya, kalo enggak, bisa pada lari tuh semua sapi…!” Komentar salah satu panitia…

“Kalo Surya udah duduk, KO lah sapinya, tinggal diinjak beres !” Komentar panitia yang lain…

“Sur, aku benar2 tidak menyesal membawamu kesini….” Kata salah seorang sahabat saya yang mengajak saya jadi panitia….

Tampaknya, untuk beberapa tahun kedepan, Jagoan ini akan menjadi langganan untuk tugas yang sama…

“MENDUDUKI SAPI”

-Idul Adha 2008-