25 Desember 2006, menjadi hari yang benar-benar tak terlupakan dalam hidup saya. saat itu, saya dan teman-teman dari Karisma ITB akan menghadiri pernikahan pembina Karisma ITB yang dilangsungkan di bekasi. kami berangkat sekian rombongan (lupa), dan rombongan saya berada paling belakang. Perjalanan berlangsung lancar-lancar saja. pukul 08.30, saya yang dalam kondisi tidur dikejutkan bergoncangnya mobil yang kami naiki dengan hebat terguling dan berputar berkali-kali ke sebelah kanan, membuat saya terbentur ke atas berkali-kali dengan kesadaran 100 % ! (waktu itu cuma bisa pasrah…).
Beberapa saat goncangan itu berhenti. Saya sadar bahwa kami mengalami kecelakaan di tol cikarang arah menuju bekasi. Mobil ringsek, semua kacanya hancur. Saya keluar dengan segera, khawatir mobilnya meledak seperti yang biasa terjadi di film-film laga (BEUGH… kebanyakan nonton film). Saya lihat beberapa kawan sudah ada di luar. Salah satu dari kami dikeluarkan dari mobil dengan kondisi yang… !!!! kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Untungnya pos keamanan tidak jauh dari sana. Bantuan dari rumah sakit segera datang. setelah didiagnosa, 5 dari 10 penumpang harus dirawat di rumah sakit.
Bukan anak Karisma kalau tidak “bikin onar”. Di rumah sakit, bukannya suasana duka yang terjadi. Malahan kami-kami yang dirawat satu kamar ributnya buan main Ketawa-ketiwi tidak jelas… (heh..
). Dani Badra, yang tadi kepalanya banyak mengeluarkan darah, masih bisa aneh-aneh. Pas ditanya “Badra… gimana keadaannya?!”, dengan santai menjawab,”Buku So Hok Gie saya mana…”. Glodak! memang saat di mobil dia lagi asyik baca itu. Huh… masih aja sempet kepikiran. Ada lagi, Ismail, teman kami yang paling gemuk, mengalami patah tulang selangka, saat ditanya,”Mail, gimana keadaannya?”, dengan polosnya menjawan,”ng… laper… mau sate…”. Hah… saat 3 dari kami dirawat di kamar yang sama (Hendra: tulangnya ada yang bergeser, Ismail: patah tulang selangka, Saya: gegar otak ringan), kami hepi-hepi aja. Begitu rombongan lain datang, sangat tampak wajah panik di muka mereka… belum tahu mereka kalo kita hepi-hepi… dasar bocah-bocah Karisma!
L ho…. judulnya kan tragedi? kok jadi ceria? ah… sudahlah! yang penting nulis…
oh iya, ada satu hal lagi yang cukup menarik. Waktu kecelakaan, saya sedang membaca (dan tertidur) buku berjudul MANAJEMEN KEMATIAN karya Khozin Abu Faqih…. langsung dapat prakteknya dari Allah SWT… walau nggak sampai ajal…. jadi makin mudah ingat mati….
masyaAllah kang, tragis banget. mtar mah ga bakalan ikut ah klo mau ke acara nikahan pembina (kecuali klo deket, kan lumayan perbaikan gizi.heheh