Menjadi Pribadi Sukses
July 21, 2008 by Surya
Dr. Akrim Ridha
Manajemen diri
u Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, Mukmin yang kuat itu lebih lebih baik dan lebih baik dicintai Alloh daripada mukmin yang lemah, tetapi pada masing-masingnya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Alloh, serta jangan lemah loyo. Jika ada sesuatu yang menimpamu maka janganlah engkau berkata, ‘Seandainya aku melakukannya, maka pasti akan seperti ini dan itu’, tetapi katakanlah, ‘Alloh telah menetapkan, dan apa saja yang Dia kehendaki, pasti terjadi’, sebab kata ‘seandainya’ itu membuka tindakan setan.” (HR. Imam Muslim)
u Syaikh Al Ghazali – rahimahullah- pernah berkata; “Manusia itu ada dua, ada yang tertidur dalam cahaya dan ada pula yang bangun dalam kegelapan.”
u “Sesunguhnya Alloh tidak mengubah apa yang ada pada suatu kaum kecuali mereka sendiri mengubah apa yang ada pada dirinya.” (QS. Ar-Ra’d, 13:11)
Hakikat Keimananmu
(MENGETAHUI TUJUAN HIDUP)
u Rasulullah saw pernah menanyai Harits bin Malik al Anshari ra: “Hai Harits, bagaimana keadaanmu pagi ini?”.
u Harits menjawab: “Pagi ini aku betul-betul telah beriman.”
u Rasulullah saw mengujinya. Ia bersabda, “Hai Harits, coba aku ingin melihat apa yang engkau katakan itu benar?,” Rasul meneruskan, “Setiap perkataan itu ada hakikatnya. Lalu apa bukti dan hakikat keimananmu?”
u Harits menjawab: “Diriku menjauhi dunia. Maka, aku bergadang pada malam hari. Sedang siangnya aku berlapar-lapar. Seakan-akan aku melihat Arasy Tuhan demikian terang. Dan Aku pun seakan-akan melihat ahli surga saling berkunjung, sedangkan ahli neraka meliuk-liuk kelaparan.”
u mendengar jawaban Harits tersebut, Rasulullah saw baru membenarkannya, seraya bersabda, “Hai Harits sekarang aku baru yakin. Maka, pertahankanlah.”
u Kemudian Rasululah saw memproklamirkan bahwa Harits telah sampai kepada apa yang menjadi tujuan hidupnya, seraya bersabda: “Barangsiapa yang ingin melihat ahli surga maka perhatikanlah Harits.” (HR Iman Thabrani).
MODEL ORANG SUKSES
u Surat Al Kahfi ayat 60-82 tentang pertemuan Nabi Musa as dengan seorang hamba yang shalih (Nabi Khidir as)
u Kisah perjalan nabi-nabi dalam surat Al An’am ayat 90 yaitu, “mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk, maka ikutilah petunjuk mereka.” (QA. Al An’am, 6:90)
u Tentang Nabi Ibrahim, Alloh swt berfirman: “sesungguhnya telah terdapat , bagi kamu,pada mereka itu teladan yang baik.” (QS Al Mumtahanah, 60:6)
u Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “sungguh aku benci pada orang yang aku lihat menganggur, tak sedang melakukan aktivitas duniawi dan tidak pula sedang melakukan ibadah ukhrawi.”
u Abdullah bin Mas’ud ra berkata:
u KEKAYAAN YANG TERBAIK ADALAH KEKAYAAN JIWA.
u BEKAL TERBAIK ADALAH KETAKWAAN.
u SEJELEK-JELEK KEBUTAAN ADALAH BUTA HATI.
u DAN KESALAHAN YANG PALING BESAR ADALAH DUSTA.
u KASAB YANG PALING BURUK ADALAH RIBA
u MAKANAN YANG PALING JELEK ADALAH HARTA ANAK YATIM.
u BARANGSIAPA YANG DAPAT MENAHAN KESUCIAN DIRI – TIDAK MAKAN YANG HARAM- PASTI ALLOH MENYUCIKANNYA.
u SERTA, BARANG SIAPA YANG MAU MEMAAFKAN, PASTI DIAMPUNI ALLOH.”
LEARN
u “Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan -yang berhak disembah- selain dia, Yang menegakkan keadilan, para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian itu.” (QS Ali Imran, 3:18)
u “Alloh mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah, 58:11)
PERSISTANCE
u “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu serta tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Alloh kepada supaya kamu beruntung.” (QS Ali Imran, 3:200)
u Rasulullah saw bersabda, “Dan barangsiapa yang berusaha untuk bersabar, pasti Alloh membuatnya bersabar (dapat menahan diri).” (HR Imam Bukhari dan Muslim)
u Ibnul Qayyim menjelaskan kesabaran sebagai, “Nafs (jiwa) itu sebagai tunggangan seorang hamba untuk menuju pada kebaikan. Sedangkan kesabaran itu merupakan tali kendalinya.Jika tunggangan tidak ada kendalinya, maka ia akan pergi menggelandang kemanapun secara liar.”
u “pada jiwa itu dikandung dua potensi. Yaitu potensi maju menyerang dan potensi mundur. Hakikat sabar adalah membawa dan mendorong potensi maju, atau keberanian, untuk dipergunakan pada hal-hal yang positif dan bermanfaat. Sedangkan potensi mundur untuk menahan diri dari hal-hal yang negatif dan membahayakan.”
Posted in Training | No Comments Yet
Leave a Reply